” Kenapa Allah Menurunkan Ilmu Sedikit-sedikit? “
October 6, 2019
KENAPA SHALAT BARU DIAJARKAN SAAT ANAK BERUSIA TUJUH TAHUN ?
October 16, 2019

Camp nya generasi pre-Aqil Baligh

Bismillahirahmanirahim….

Do’a ayah dan ibu kami yang membuat kami bisa seperti ini.

Kami siswa yang masih duduk dikelas 3 & 4 SD di sekolah Jingga.
Program seru selama awal masuk sekolah dan dinanti nanti adalah kegiatan camp tanpa ayah bunda kami.

Beberapa pertanyaan yang membayangi hati ini

1. Tidur malam sendiri, kami pun bisa jika dirumah.
Apa bisa jika ditempat yang jauh dari ayah bunda?
2.Masak dan makan sendiri tanpa disiapkan seperti dirumah apakah kami bisa?
3. Membawa beban yang beratnya melebihi beratnya uk badan kami? Apakah kami bisa?
4. Dan yang tak kalah penting. Apakah kami bisa ? Bisa melakukan semua ini tanpa ayah bunda kami?

Hari yang ditunggu tunggu.
Pengumuman dari guru kami bahwa kegiatan camp akan dimulai….

Selamat datang teman teman di camp seru ini. Kami mulai persiapan 1 bulan sebelum kegiatan camp. Kami menentukan ketua dimasing-masing kelompok. Kami memutuskan dengan berdiskusi siapa ketua yang pas untuk kelompok kami.
Ternyata memilih ketua kelompok tidaklah mudah.
Kami belajar bagaimana sifat dan kebiasaan yang menyebalkan pada ketua yang sukanya hanya menyuruh-nyuruh tanpa melakukan.
Kami belajar bagaimana sifat pendiamnya ketua kelompok yang mengikuti apa saja yang akan kita lakukan.
Kami belajar bagaimana sifat-sifat teman kami yang beragam.

Ini baru memilih ketua kelompok dan kelompok.

Kami melanjutkan kegiatan Pra Camp:
Misi 1 : kegiatan memasang tenda memasak nasi dan lauk disekolah.

Belanja dengan uang Rp 10.000 jika dibayangkan akan masak apa? Apakah cukup dengan uang segitu? Ide ide keluar. Kami diberi tantangan seperti itu. Ide kami melejit cepat…. Kami berangkat ketukang sayur untuk membeli sayuran dan lauk yang sudah ditentukan. Ternyata saat ditotal melebihi uang yang diberikan oleh guru kami. Ide menawar dan muka sedih ternyata membantu meluluhkan abang tukang sayur..
Alhamdulillah, kami bisa menawar dan mengetahui bahwa harga sayur itu mahal. πŸ˜…

Sayur dan lauk kami bawa kesekolah dengan kami jinjing gembira.
Melanjutkan misi selanjutnya.
Jika kami mau makan siang kami harus memasak makanan. Hari ini Tidak seperti dirumah, yang seperti biasanya bunda sudah siapkan.
Kami bagi tugas siapa yang memasak sayur dan siapa yang bertugas memasak nasi dengang di aron/liwet.
Sayuran dipotong, kami tumis, beras kami cuci, kami tunggu agar tidak gosong.
Kesabaran membuahkan hasil.
Makanan yang kami buat sudah jadi. Senangnya bisa makan buatan kami semua. Sayur dan lauk kami habiskan. Nasi dengan aroma yang luar biasa ‘agak sedikit gosong’ membuat kami lahab untuk memakannya.

Kami belajar dari kegiatan memasak ternyata memasak adalah hal yang melelahkan dan menyulitkan tapi kami tetap senang dan bangga bahwa kami bisa melakukan itu semua dengan teman teman hebat.😊😊😊😊

Misi ke 2 : Memasang Tenda

Proses memasang tenda sampai berdiri, kami diarahkan oleh fasilitator. Fasilitator memberikan step by step proses pemasangan. Kami harus memperhatikan, jika tidak kami akan kesulitan. Kesulitan saat pemasangan tenda, karena kami bertanggung jawab dari membawa, memndirikan dan merapihkan tendanya.

Hari yang ditunggu – tunggu Misteri 3 Hari 2 Malam 😊
Packing perlengkapan camping untuk kegiatan sudah siap, berangkat menuju lokasi camp dengan teman-teman naik kendaraan teronton. Rasanya menyenangkan walaupun tanpa bersandar busa yang empuk ternyata Allah sudah menggantikan dengan teman-teman ku yang baik yang membolehkan bahu dan badanya untuk kami saling bersandar.

Sampai dipintu gerbang tempat kami camp, salah satu kakak kelas kami mengingatkan kami dan mengajak untuk :
1. Berdoa
2. Membaca Ayat Qursi
3. Tenang dan tertib

Wah good job sekali, saling mengingatkan dalam kebaikanπŸ˜ŠπŸ˜‡

Persiapan yang sudah kami bawa, kami angkat dengan penuh semangat.
Alhamdulillah
1. Angkat perlengkapan βœ”
2. Pasang tenda βœ”
3. Masak untuk makan bersama βœ”
4. Bersih diri βœ”

Alhamdulillah sudah bisa dilakukan dengan baik.
Hari pertama dan malam pertama kami sukses tanpa ada drama.

Slamat datang hari ke 2
Agenda hari ini adalah kegiatan tracking ke kawah ratu. Kami bangun persiapan shalat subuh bergegas bersama menuju mushola. Setelah kegiatan shalat subuh selesai kami diberikan pengarahan sebelum berangkat ke kawah ratu.
Kami antusias sekalia, semangat berkobar dan tekat untuk bisa bersama menuju kawah dengan perjalanan 7-8 jam perjalanan Naik dan turun.
Bekal dan air minum sudah kami siapakan ditas kecil.

Pukul 08.00 kami start. Bismillahiraanirahim langkah kami dan semangat membuat perjalanan ini menjadi cepat dan tak terasa. Ditengah perjalanan saat kami istirahat untuk minum, salah satu teman kami tidak membawa botol minum dan snack, ada teman kami yang baik hati memberikanya makanan cokelat dan beberapa teguk air minum. Air di sekitar aliran menuju perjalanan kawah ratu masih bisa diminum dengan segar. Rasanya seru saling berbagi dan menolong untuk bergantian mengambil di aliran air yang bis Diminum.

Kami lanjutkan perjalanan ke kawah ratu saling mengingatkan satu dengan yang lain agar tidak saling bercanda, berbicara yang tidak baik, mengingatkan untuk tidak jahil.

Alhamdulillah pukul 11.30 kami bisa berdiri bersama sama dipuncak kawah ratu dengan hati yang senang dan bahagia, walaupun kaki kami banyak terbeset beset oleh gesekan batu saat perjalanan.

Rasa sakit kaki bisa kami tahan sampai akhirnya kami kembali ke tenda.

Beristirahat dan bermain bersama teman-teman sambil menceritakan kejadian kejadian yang dialami saat perjalanan kawah ratu membuat rasa lelah kami hilang.😍

Kami bisa menyiapkan makan malam, walaupun hanya nasi yang baru matang. Ya karna saat kami sedang menyiapkan makan malam Qadarullah Allah berikan kami hujan badai.
Hujan kencang, kami semua keluar tenda berinisiatif untuk menutupi tenda agar tidak bocor, memasukan baju dan perlengkapan kami ke dalam trasbag agar terhindar dari air. Kami rapihkan perlengkapan kelompok kami. Bendungan dan parit yang kami buat untuk aliran air, kalah dengan derasnya air. Rusak dan air mengalir dari berbagai arah.

Malam ini adalah nikmat yang sangat luar biasa Allah berikan.
Kami semua dikumpulkan dimushola, ada yang kedinginan, ada yang menangis karena tenda bocor, ada yang ketakutan karena hujan deras, dan ada yang menangis karena kangen ayah bunda.😭😭😭
Saling memberikan minyak kayu putih agar tetap hangat dan mengingatkan untuk ganti baju. Menenangkan agar tidak nangis.

Alhamdulillah, hujan pun reda. Kami bisa berganti pakaian yang basah dengan yang baru. Tenda kami yang kebocoran membuat kami mencari tempat tidur di tenda teman kelompok yang lain yan kondisinya tidak kebocoran.

Allah memberikan nikmat kembali, tenda dengan kapasitas 4 orang bisa kami pakai 5-6 oran. Suhu udara setelah hujan badai yaitu 19β€’ membuat kami kedinginan. Kami saling menghangatkan dengan tidur seperti pepes didalam tenda. Tidak membuat kami sedih dengan kondisi seperti ini, tapi membuatkami bahagia. Bisa hangat didalam tenda dan yang paling seru adalah tendanya jadi ramai bisa ngobrol banyak..hihihihi

Alhamdulillah lagi, haru ke 2 dan malam ke 2 bisa dilewati 😊 senangnya

Hore,,, kami semua bersiap untuk packing kembali ke Bekasi bertemu dengan ayah bunda.

Rasanya tidak menyangka perjalanan pulang kami bisa saling tertawa dan menceritakan serunya kegiatan ini.

Kami kembali, kami membawa cerita dan keluh yang banyakkkk yang akan kami sampaikan ke pada ayah bunda..

Kami rindu pelukan ayah
Kamirindu pelukan bunda
Dan kami rindu pelukam bantal guling


-Gunung Bunder, 4 – 6 September 2019 –
(Oktha Viani)