Sebuah Cita Ikut “mencicil” Peradaban Mulia
October 6, 2019
Belajar Dari Sang Ksatria Bercongklak
October 6, 2019

Si Melankolis yang Perfectionist

Tak pernah terbayangkan oleh ku, jika pada akhirnya aku berada di tempat ini. Di tempat yang dimana semua orang dapat menuntut ilmu, bukan hanya anak kecil tetapi juga orang dewasa. Yap, inilah sekolah tempat ku menuntut ilmu “Sekolah Alam Jingga”. Berada disini seperti berada di Universitas Kehidupan yang sesungguhnya. Banyak hal yang bisa ku pelajari. Di tempat yang jauh dari kesan “mewah” aku jumpai arti hidup yang sebenarnya. Bahwa hidup itu memberi bukan menerima. Menerima kekurangan dan kelebihan partner kerja kita dan yang terpenting adalah menerima kekurangan dan kelebihan anak didik kita. Anak didik ku adalah motivasi terbesarku berada di Jingga. Mereka selalu memberikan warna dalam setiap hari-hariku. #bahagia itu sederhana

Setahun sudah aku berada Jingga, banyak kisah dan cerita yang ku temui disini. Salah satunya adalah tentang sesosok makhluk mungil nan cantik jelita. Dia adalah salah satu dari sembilan murid ku yang ada di SD 2. Namanya Khalila Raisa Yamani, teman-teman biasa memanggilnya dengan sebutan lila. Tetapi aku terkadang memanggilnya dengan panggilan mba lila. Umurnya baru 8 tahun, namun cara berpikirnya melebihi anak-anak seusianya. Mba lila adalah sosok yang melankolis. Kalian tau kan orang yang memiliki sifat melankolis itu seperti apa ?. Melankolis is perfectionist. Melankolis itu adalah orang yang selalu ingin tampil sempurna.

Melankolis adalah tipe pemikir.

Pernah suatu cerita, disaat kami (aku dan kesembilan murid-muridku) berdiskusi santai dalam suatu sesi belajar dikelas. Saat itu kami sedang berdiskusi tentang film-film yang sedang akan release di bioskop. Si A menjawab, “Bu sebentar lagi kan film CJR the movie 2 mau muncul ya, bu??”. Begitu pun teman-temannya yang lain, ikut mengeluarkan tanggapannya tentang film-film yang akan release tersebut. Tetapi ada hal yang menarik, yaitu ketika mba lila berkata,

“Bu, Film Dibalik 98 kan juga mau muncul ya. Aku PENGEN banget nonton film itu, bu?” (dengan mata yang berbinar binar *.*

“kenapa kamu mau nonton film itu, mba lila?” tanya ku

“Abis aku pengen tau bu, sebelum aku lahir keadaan di Indonesia itu seperti apa bu” jawabnya dengan polos

Tersontak aku diam, dan bertanya-tanya dalam benak ku. Anak usia 8 tahun tetapi cara berpikirnya jauh diatas usianya.

Melankolis itu sensitif

Hal ini pula yang di alami oleh mba lila. Kejadian ini terjadi beberapa hari yang lalu. Seperti biasa sebelum KBM di mulai, aku selalu menanyakan hal ini kepada anak muridku :

“Siapa yang hari ini sholat subuh?” tanya ku

“ saya bu..saya bu..saya sholatnya di masjid bareng abi bu. “ jawab murid ku

“siapa yang hari gosok gigi?” tanya ku lagi

“saya bu..saya bu…pagi sore malem…pagi sore malem” jawab muridku sambil bersahut sahutan

“Siapa yang hari ini rewel ?” tanya ku kembali

“ Saya bu..” kata mba lila sambil tunjuk tangan

“Mba lila rewel kenapa?” kataku sambil mengusap-usap pundaknya

“yang pertama, aku kan lagi siap-siap terus ibra (adiknya mba lila) bilang kalau mba lila lama, aku sama ayah tinggal loh. Terus yang kedua, tugas dari bu dewi yang membuat kolase rumah adat dari cangkang telur belum selesai. Yang ketiga, pas aku bangun tidur lampunya udah nyala aku kan jadi kesilauan bu. Yaudah, aku nangis deh bu” jawabnya dengan kantung mata yang agak membesar, mungkin efek dari tangisannya

“ooh gitu, besok-besok kalau memang belum selesai tugasnya mba lila ga usah nangis yahh. Kan sudah kelas 2. Masa nangis sihh” jawabku sambil mencoba menenangkannya agar tidak stress lagi kalau ada tugas yang diberikan.

Ini bukan kali pertama mba lila seperti itu. Mba lila kalau sudah rewal dan menangis itu sangat luar biasa. Suara tangisannya sangat keras, satu waktu aku pernah mendapat kiriman voice note dari orang tua mba lila. Dan memang, tangisannya terdengar keras. Kata orangtuanya, mba lila itu bisa nurut sama kata-kata ku. Setiap ucapanku selalu di dengarnya. Namun, sikapnya yang seperti itu jauh 180⁰ saat mba lila ada di sekolah. Di sekolah, mba lila adalah murid yang baik, cerdas, mba lila pun suka mengajarkan teman-temannya belajar, menuruti apa yang diinstruksikan oleh ku, dan terkadang mba lila juga suka memberikan jajan teman-temannya.

Melankolis senang perincian, tekun, serba tertib, dan teratur (rapi)

Mungkin banyak hal yang bisa di gambarkan dari sosok makhluk mungil bernama Mba lila. Karakter lain dari Mba lila adalah dia sangat tekun dan rapi dalam mengerjakan sesuatu. Namun, karena terlalu tekun dan rapinya tak jarang sesuatu yang sedang dikerjakannya di selesaikan lebih lama dibandingkan dengan teman-temannya. Misalnya, saat kegiatan menempel, menggambar, atau mengunting. Akan tetapi hasil yang di dapatkannya pun memang lebih bagus dari teman-teman yang lainnya.

Mba lila pun berkeinginan, kelak ketika sudah besar nanti dia ingin menjadi seorang presiden, atau seorang pengusaha boneka karena mba lila punya banyak boneka di rumahnya, dan yang terakhir mba lila ingin jadi guru matematika karena mba lila sangat menyukai matematika. “like student like teacher”. 🙂 (Dewi S)

[repost from : Si Melankolis yang Perfectionist]